Novel Rindu Pulang menceritakan seorang suami yang tiba-tiba harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap untuk mengantar istrinya yang akan melahirkan ke rumah sakit Dustira.
Hal yang tidak dipikirkan sebelumnya ini terjadi begitu cepat. Penantian anak kedua yang awalnya disambut dengan bahagia, tiba-tiba berubah menjadi kesedihan tak terkira.
Sang suami harus menerima kenyataan bahwa istrinya tidak bisa melahirkan di Subang dan Purwakarta, penyebabnya karena sang istri dinyatakan positif Covid-19 hasil swab antigen.
Panik, cemas dan rasa takut kehilangan tiba-tiba memuncak. Air mata sang suami pun terus berjatuhan sepanjang jalan dari Subang menuju rumah sakit Dustira yang berada di Cimahi.
Berbagai tragedi terjadi sebelum sampai di Cimahi, yang paling menyakitkan adalah saat sang istri disuruh melahirkan di ambulan oleh petugas medis di rumah sakit yang berada di Purwakarta.
Sang suami, dua orang bidan dan satu sopir ambulan menjadi saksi, betapa tersiksanya ibu yang dinyanyikan positif Covid-19 saat akan melahirkan.
Marah percuma, teriak pun percuma, dan yang bisa dilakukan oleh sang suami saat itu hanyalah membisikkan kata-kata indah di telinga sang istri.
Novel ini menceritakan secara detail perjuangan suami dan istri saat menjalani LDR karena Covid-19.
Tokoh utama dalam novel ini adalah sang suami yang bucin atau budak cinta. Dia harus menemani istri dalam sepi dan dalam ketidak pastian.
Namun apapun yang terjadi, sang suami telah berkomitmen bahwa dia tidak akan meninggalkan istrinya dalam jarak radius kurang dari 1 kilometer. Demi komitmen itu, sehingga membuat sang suami harus tinggal di rumah sakit.
Kemudian novel ini juga menceritakan kesedihan sang suami ketika kesulitan melihat anak keduanya, dan harus kuat menahan tangis saat ditelpon anak pertamanya yang diungsikan di rumah mertua.
Hello teman-teman milenial dimanapun Anda berada. Dalam kesempatan kali ini, saya akan sharing pengalaman pertama…
Membiasakan diri untuk membaca sepertinya sangat sulit dilakukan masyarakat Indonesia, hal tersebut bisa kita lihat…
Bertepatan dengan Hari Buku Nasional Teguh Deni Aljabar menerbitkan buku yang berjudul “Antologi Puisi Esai:…
Setiap manusia memilik peluang yang sama untuk meraih apa yang dicita-citakan, karena setiap proses mengantarkan…